KedaiSoftware.Com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Departments
    • Berita Media
    • Berita Terkini
    • Edukasi
    • Peluang
    • Produk
  • Subscribe via RSS

Pertama di Indonesia Saatnya membeli buku dengan “Garansi Pengetahuan Selamanya”.

September 8th, 2008  |  Published in Produk


Tahun ini, SPO Production sebagai penerbit yang memfokuskan diri pada bidang financial berbasis teknologi informasi menerbitkan buku dengan memberikan panduan dengan sistem learning by doing melalui buku cetak serta dilengkapi dengan ID Aktivasi untuk mempermudah proses e-learning melalui website www.ePenghasilan.com.

Setiap membeli buku di SPO Production pembaca mendapatkan ID aktivasi yang berfungsi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut / informasi terbaru dengan login di www.ePenghasilan.com.

Semoga saja kedepan konsep seperti ini juga di ikuti para penerbit yang lain.

Google Rayakan Ulang Tahun Ke-10

September 7th, 2008  |  Published in Berita Media

MOUNTAIN VIEW, MINGGU- Larry Page dan Sergey Brin bukan siapa-siapa saat mendirikan Google sepuluh tahun lalu. Namun, kala itu mereka hanya berfikir dan yakin temuannya akan dapat merubah dunia suatu saat kelak. Modalnya hanya empat unit computer di garasi rumahnya dan 100.000 dollar AS.

Terbukti, temuannya benar-benar mengguncang dunia dan kini digunakan hampir di seluruh dunia sebagai mesin pencari yang kini kita kenal dengan Google. Hari ini, Minggu (7/9), mereka bersama 20.000 karyawan perusahaannya merayakan ulang tahun Google yang ke-10.

Asetnya pun melonjak drastis. Lewat situsnya, Google.Inc melaporkan bahwa saat ini telah memiliki aset sekitar 150 miliar dollar. Page dan Brin saat ini memiliki kekayaan masing-masing sekitar 19 miliar dollar AS. Sebuah penghasilan yang fantasitis, apalagi oleh sebuah perusahaan yang baru bergerak selama 10 tahun.

Sekarang Google juga sedang mencoba menambah pundi-pundi keuangan mereka melalui YouTube sebagai pendapatan kedua terbesar mereka. Lewat situs layanan video tersebut, tahun ini Google berharap dapat mengumpulkan sekitar 200 juta dollar AS.

Ulang tahun kali ini tidak hanya mengukuhkan kebesaran nama Google, namun juga menjadi ujian pada dekade selanjutnya terutama dari kompetitornya. Ambisinya yang ingin dapat mengontrol arus perkembangan internet dan hiburan, telah mengundang banyak kecaman dari berbagai elemen.

Google beberapa kali dikhawatirkan melanggar privasi karena dapat menggunakan data dan informasi dari para penggunanya untuk kepentingan sendiri. Saat ini layanan mesin pencari Google telah digunakan lebih dari 650 juta orang, belum lagi layanan lain seperti You Tube, Maps dan Gmail.

Kontroversi lain yang dilakukan Google adalah ambisinya menyalin semua buku yang ada di dunia untuk dijadikan buku digital sehingga dapat diakses lewat internet. Tindakan tersebut sempat mendapat penolakan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan banyak pelanggaran atas hak cipta.

Bahkan untuk membendung keinginan Google tersebut, pemerintah AS harus membuat peraturan yang dapat membatasi ruang gerak Google yang semakin kuat. Baik dengan hal-hal yang berurusan dengan privasi maupun kegiatan bisnisnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Google tentu tidak tinggal diam. Google menggaji para pengacara untuk dapat memberi tahu kepada semua orang termasuk Amerika Serikat bahwa ambisinya untuk memonopoli layanan Internet itu tidaklah benar.

“Banyak orang berfikir berlebihan kepada kami sekarang, padahal kenyataannya kami tidak terlihat seperti itu,” Craig Silverstein, Direktur Teknologi Google.

Cengekraman Google yang sangat kuat dalam bisnis iklan Internet juga mulai dirong-rong. Misalnya dari Microsoft yang selama ini hanya bermain di bisnis software. Microsoft berambisi mengakusisi Yahoo untuk menyaingi Google meski masih gagal.(kompas.com)

Redam dominasi software asing dengan PPS

August 28th, 2008  |  Published in Berita Media

Redam dominasi software asing dengan PPS
Oleh : Arif Pitoyo

Pembentukan Pusat Pengembangan Software (PPS) pada dasarnya lahir dari adanya kekuatiran masuknya peranti lunak dari luar negeri yang semakin tak terkendali dan akan mematikan industri peranti lunak dalam negeri.
Kekhawatiran semacam itu memang cukup beralasan mengingat dari total penjualanperanti lunak, sekitar 60% di antaranya merupakan peranti lunak asing.

Keadaan ini diperkirakan akan berlanjut hingga dua tahun ke depan bila pemerintah tidak mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya pembentukan pusat pengembanganperanti lunak itu.

Indonesia bisa jadi termasuk salah satu pasar yang paling diincar di kawasan Asia setelah Cina dan India. Kemungkinan itu wajar karena negara ini memiliki jumlah penduduk yang cukup besar walau saat ini dari sisi nilai penjualan masih relatif kecil, bahkan dibanding negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Ketua Asosiasi peranti lunak Indonesia (Aspiluki) Djarot Subiantoro, nilai total penjualanperanti lunak hingga akhir 2004 diperkirakan US$308 juta atau meningkat 48% dari 2001 sebesar US$244,86 juta dengan tingkat pertumbuhan 20,6% setiap tahun.

Nilai ini sebenarnya masih lebih kecil dibandingkan Thailand yang memiliki pasarperanti lunak US$710 juta, Malaysia US$1.523 juta, India US$5.188 juta, Filipina US$905 juta dan Singapura US$3.300 juta.

Peningkatan penjualan ituterjadi karena semakin tingginya ketergantungan masyarakat pada berbagai aplikasi online pada jaringan teknologi informasi.

Industri tersebut tahun depan diperkirakan akan memberikan pendapatan bagi negara US$1,720 juta atau sekitar 0,7% dari pendapatan nasional. Untuk itulah, kata dia, pihaknya meminta pemerintah agar mendirikan pusat pengembangan peranti lunak sebagai sarana pengembangan industri peranti lunak dalam negeri.

Langkah pemerintah tentunya perlu mendapat dukungan dari kalangan swasta dan akademisi. Karena untuk membentuk sebuah pusat pengembangan peranti lunak tersebut perlu adanya masukan-masukan mengenai perencanaan, bentuk, dan aplikasinya.

Tidak itu saja. Ide pembentukan Pusat Pengembangan peranti lunak tersebut mendapat tanggapan dari Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Mereka kemudian telah membentuk sebuah tim guna mempersiapkan pembentukan PPS itu.

Moedjiono, Deputi Bidang Telematika Kementerian Kominfo yang juga selaku Ketua Tim Pembentukan Pusat Fasilitas dan Pengembanganperanti lunak Nasional mengatakan pusat pengembangan tersebut bertujuan menjadi wadah bagi berkumpulnya industri peranti keras, peranti lunak proprietary dan open source.

Pengembangan domestik

Wadah tersebut diharapkan bisa memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pengembangan peranti lunak dalam negeri, khususnya untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal e-government.

Moedjiono mengungkapkan pusat pengembangan itu bukan hanya sebagai tempat pelatihan dan diklat mengenaiperanti lunak tapi juga sebagai proyek percontohan dalam memproduksi peranti lunak nasional dengan berbagai macam bentuk dan aplikasinya.

Pemerintah dalam hal ini hanya bertindak sebagai fasilitator, mempersiapkan kebijakan yang tepat serta mendorong industri hardware dan peranti lunak asing agar memberikan bantuan pada industri lokal berupa pemanfaatan alat pengembangan di perusahaannya.

Karena, menurut Djarot, kendala yang ada pada industriperanti lunak lokal adalah kurangnya pengetahuan dan dana dalam mengembangkan peranti lunak development tool.

Dengan adanya kerja sama itu industri asing bisa memperluas pasar dan membangun kompetensi produknya di Indonesia dan luar negeri sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Tentunya tekad pemerintah tersebut merupakan suatu kemajuan yang cukup berarti. Karena meski belum mengeluarkan kebijakan dalam hal pembatasan atau pengurangan masuknya peranti lunak asing ke Indonesia, tapi setidaknya memberikan pilihan bagi masyarakat pada peranti lunak yang lebih murah dan memiliki kemampuan layaknya peranti lunak asing.

Menurut dia, pasar lokal akan menyeleksi sendiri melalui persaingan yang sehat antaraperanti lunak asing dan nasional.

Untuk tahap awal, peranti lunak nasional tersebut akan diimplementasikan ke instansi pemerintahan guna mendukung e-government sektor layanan publik.

Pusat Pengembangan dan Fasilitas peranti lunak yang rencananya akan dibangun di Bogor itu juga akan mengeluarkan panduan dan pedoman bagi pelaksanaan e-government dan e-procurement.

Salah satu program yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan Pusat Fasilitas dan Pengembangan peranti lunak adalah Developer Day.

Dalam program tersebut akan diundang para pengembang peranti lunak dan industri teknologi di Indonesia untuk mempresentasikan rencana pengembangan produknya. Melalui presentasi itu diharapkan akan dicapai titik temu antara industri swasta terkait.

Rencananya pusat pengembangan dan fasilitas peranti lunak tersebut bukan hanya untuk mengembangkan peranti lunak lokal namun juga diperlebar fungsinya sebagai tempat untuk melanjutkan pengembangan program komputer murah (PCRI) yang tertunda karena naiknya nilai dolar AS terhadap rupiah.

Melalui Pusat Fasilitas dan Pengembanganperanti lunak, pemerintah harus membangun struktur industri lokal dan brand peranti lunak nasional yang kuat di dalam negeri disamping tetap memberikan insentif bagi perusahaan peranti lunak lokal dengan melakukan penyempurnaan infrastruktur yang berkelanjutan.

Menurut Djarot, meski saat ini telah ada RICE, BaliCamp, Pitstop, TobaTech, BHTV dan Salatiga Camp, namun perlu diikuti policy pemerintah dan jaringan infrastruktur yang lebih baik, agar industri peranti lunak lokal bisa berkembang.

[sumber : bisnis.com ]

Previously


Sep 7, 2008
Google Rayakan Ulang Tahun Ke-10

by setiobc | Read | No Comments

MOUNTAIN VIEW, MINGGU- Larry Page dan Sergey Brin bukan siapa-siapa saat mendirikan Google sepuluh tahun lalu. Namun, kala itu mereka hanya berfikir dan yakin temuannya akan dapat merubah dunia suatu saat kelak. Modalnya hanya empat unit computer di garasi rumahnya dan 100.000 dollar AS.
Terbukti, temuannya benar-benar mengguncang dunia dan kini digunakan hampir di seluruh dunia [...]


Aug 28, 2008
Redam dominasi software asing dengan PPS

by setiobc | Read | No Comments

Redam dominasi software asing dengan PPS
Oleh : Arif Pitoyo

Pembentukan Pusat Pengembangan Software (PPS) pada dasarnya lahir dari adanya kekuatiran masuknya peranti lunak dari luar negeri yang semakin tak terkendali dan akan mematikan industri peranti lunak dalam negeri.
Kekhawatiran semacam itu memang cukup beralasan mengingat dari total penjualanperanti lunak, sekitar 60% di antaranya merupakan peranti lunak asing.
Keadaan [...]


Aug 28, 2008
Daftar Agen

by setiobc | Read | No Comments

Inilah beberapa mitra Agen Kedai Software
yang bisa anda hubungi. Pihak kedai software masih membutuhkan
banyak mitra agen di kota besar Indonesia, silahkan pelajari
dibagian Peluang Usaha.
Jakarta :
Irwanto, beralamat di J l. Kemayoran Barat 9 no.16 Jakarta
Pusat, 021-42880442, 0852 80 750 760
Yogyakarta :
Setio Budi Cahyono, Perum Girya Taman Asri No.7
Tamantirto, Bantul Yogyakarta, 0274-32 99 275 / 0817 [...]


Aug 28, 2008
Peluang Usaha

by setiobc | Read | No Comments

Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia harus semakin baik. Dituntut kecerdasan dan kinerja para pengelola sekolah , lembaga pendidikan dan tenaga pengajarnya untuk semakin professional, jujur dan berdedikasi tinggi.

Dalam era teknologi informasi yang demikian cepat , maka memanfaatkan teknologi software untuk operasional tiap harinya adalah hal mutlak. Dengan menggunakan ‘Software Pendidikan’ ini, maka penghematan : Waktu [...]


Aug 23, 2008
Gonta-Ganti Buku Kerjasama Sekolah dan Penerbit

by admin | Read | No Comments

Program gonta-ganti buku pelajaran yang selama ini dikeluhkan dan memberatkan orang tua siswa, merupakan bentuk kerjasama antara pihak sekolah dengan perusahaan penerbit bertujuan mengeruk keuntungan besar.
Hal tersebut diungkap Direktur Pendidikan non Formal dan Informal pada Ditjen Pendidikan Nasional, Hamid Muhammad, pada Mubes Fatayat Nahdatul Ulama (NU) hari kedua di Banjarmasin, Jum’at.
Sejak beberapa tahun terakhir Depdiknas [...]


Aug 23, 2008
Manajemen Sekolah Berbasis Teknologi Informasi

by setiobc | Read | No Comments

Tuntutan dunia kerja yang hanya menempatkan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi, membuat iklim persaingan dunia pendidikan yang semakin tajam. Dilain sisi jumlah sekolah yang semakin banyak dengan berbagai fasilitas dan sistem pendidikan yang sangat variatif, menjadikan sekolah yang konservatif semakin ditinggalkan oleh masyarakat.
Dari sisi pendanaan, meski saat ini (khususnya sekolah-sekolah negeri) bantuan dana [...]

About KedaiSoftware.Com

Memasarkan Produk Software Pendidikan asli karya anak bangsa. Produk software pendidikan bermutu , canggih dan terbaru. Komitmen kuat memajukan dunia pendidikan di Indonesia dengan Software Pendidikan. Ini Peluang Bisnis Besar, Tawaran Kerjasama Bisnis ? Hubungi Saya : Setio Budi Cahyono, S.Op Hp.08170437879, setiobc@gmail.com / marketing@kedaisoftware.com, YM : setio_bc

Categories

  • Berita Media
  • Berita Terkini
  • Edukasi
  • Peluang
  • Produk

Archives

  • September 2008
  • August 2008

Recent Posts

  • Pertama di Indonesia Saatnya membeli buku dengan “Garansi Pengetahuan Selamanya”.
  • Google Rayakan Ulang Tahun Ke-10
  • Redam dominasi software asing dengan PPS
  • Daftar Agen
  • Peluang Usaha

Tags

agen software berita sekolah daftar agen kedai software garansi selamanya google id aktivasi mitra kedai software Peluang peluang bisnis peluang kerjasama peluang usaha penerbitan buku penerbit buku pertama diindonesia redam dominasi software asing selamat ulang tahun software lokal

Recent Comments

    Meta

    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org

    Contributors

    • admin
    • Kukuh Widodo
    • setiobc

    Popular

  • Blogroll

    • Support Forum
    • Arsitek Rumah
      Bangun Rumah Persada
    • detikvalas.com
      Belajar Valas
    • e Penghasilan
      Internet Penghasilan
    • Griyakita.com
      Iklan Rumah
    • Kredit KPR
      Kredit KPR


  • ©2009 KedaiSoftware.Com
    Powered by WordPress using the Gridline Lite theme by Graph Paper Press.